Siapa yang tak kenal bawang putih, tumbuhan ini mungkin sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Selain digunakan sebagai bumbu masakan khas nusantara, bawang putih juga berfungsi sebagai komponen campuran obat-obatan tradisional dan modern.
Bawang putih (Allium Sativum) adalah nama tanaman Genus Allium yang awal ditemukan di daratan China, tanaman ini sudah di gunakan oleh manusia selama 7.000 tahun lamanya, tanam ini hampir tersebar di sepanjang utara China, Rusia dan India. Pada sekitar abad 800 BC pedagang dari China juga menjual bawang putih sampai ke negeri Yunani. Di mesir bawang putih juga merupakan bahan campuran rempah-rempah pelengkap masakan dan dapat juga di gunakan sebagai obat dan ramuan pembalseman mumi-mumi di mesir kuno. Menurut catatan manuskrip kuno masyarakat Mesir kuno khusnya Raja-raja percaya menggunakan bawang putih sebagai ramuan peningkat stamina, kekuatan, pengobatan lepra, kolera dan sebagai penawar racun seperti kalajengking gurun, gigitan ular, dan sebagai anti serangga.
Saat ini, peran bawang putih tidak bisa di lepas oleh ilmu kedokteran modern. Kandungan senyawa bawang putih sudah banyak di teliti dan di kembangkan sebagai obat anti bakteri, vitus dan anti jamur.
Berikut beberapa kandungan senyawa bawang putih:
- Bawang putih mengandung minyak atsiri dan berfungsi sebagai anti bakteri, virus dan anti septik;
- Bawang putih mengandung allicin dan alin yang berfungsi sebagai penghambat kolesterol, mencegah jantung koroner, dan tekanan darah tinggil; dan
- Bawang putih mengandung saltivine yang bemanfaat untuk mempercepat pertumbuhan sel dan merangsang susunan sel syaraf inti.

0 comments:
Post a Comment